Setiap perjalanan besar selalu dimulai dari satu keputusan sederhana: berani melangkah dan terus belajar.
Kabar membanggakan datang dari salah satu alumni Bina Insani. Mas Fareza Naufal Pratama, alumni DJSI 28, kini sedang mengikuti pelatihan kerja di bidang perkeretaapian Jepang melalui program Tokutei Ginou dengan beasiswa pelatihan penuh. Sebuah kesempatan berharga yang tidak datang begitu saja, tetapi melalui proses belajar, persiapan, dan komitmen yang kuat.
Siapa bilang harus menunggu lulus untuk bisa meraih prestasi besar?
Tiga siswi dari kelas DJR 32 Bina Insani berhasil membuktikan bahwa kerja keras, disiplin, dan konsistensi belajar dapat membawa hasil yang membanggakan bahkan ketika mereka masih aktif mengikuti proses pembelajaran.
Di tengah semakin besarnya peluang kerja ke luar negeri, sinergi antar lembaga menjadi kunci membuka jalan bagi generasi muda. Senin pagi itu, langkah-langkah penting menuju masa depan tersebut dimulai dari sebuah pertemuan strategis di Bina Insani Magelang.
Di sudut Girisubo, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, seorang pemuda bernama Dawea Senja Okta Ditama pernah menyimpan mimpi besar: kerja Jepang melalui visa Tokutei Ginou (TG). Mimpi itu bukan sekadar angan, melainkan target hidup yang ia perjuangkan dengan sungguh-sungguh.
Langit Jepang yang kini menaungi langkah Damaryanti adalah jawaban dari doa panjang, kerja keras, dan ketekunan yang ia jaga sejak masih berada di kampung halamannya, Kaligesing, Purworejo, Jawa Tengah. Pemudi lulusan SMK Negeri 1 Girimulyo ini kini resmi bekerja di bidang pengolahan makanan di Prefektur Aichi, Jepang — sebuah pencapaian yang dulu hanya berani ia simpan dalam mimpi.
Mimpi untuk bekerja di Jepang bukanlah sesuatu yang mustahil bagi mereka yang berani melangkah dan konsisten berjuang. Hal inilah yang dibuktikan oleh Prima Sukmadianti Putri, pemudi asal Japunan, Magelang, Jawa Tengah, yang kini berhasil meniti karier di bidang pengolahan makanan di Ichiba, Jepang.
Pagi itu, 27 Februari 2026, suasana di Bina Insani terasa berbeda. Ada harap, ada degup yang lebih cepat dari biasanya, dan ada doa-doa yang sejak lama dipanjatkan dalam diam.
Lalu kabar itu datang.
COE Beasiswa Kaigo resmi terbit.